Kamis, 25 September 2014

MAKNA CINTA yang terdalam : Sebuah Alasan untuk Mencintai


MAKNA CINTA yang terdalam : Sebuah Alasan untuk Mencintai

(Meaningfull of Deepest Love : Rasionality for Loving)


Cinta merupakan satu-satunya cara manusia memahami manusia lain sampai pada pribadinya yang paling dalam. Tidak ada orang yang bisa sepenuhnya menyadari hakikat dan esensi manusia lain tanpa mencintai orang tersebut. Melalui cinta, dia bisa melihat karakter, kelebihan dan kekurangan orang yang dia cintai; dan bahkan, dia bisa melihat potensi orang tersebut, yang belum dan masih harus diwujudkan. Selain itu, dengan cinta, orang yang mencintai bisa membantu orang yang dia cintai untuk mewujudkan semua potensi tersebut. Dengan membuat orang yang dia cintai menyadari apa yang bisa dan seharusnya dia lakukan, dia bisa membantunya untuk mewujudkan semua potensi tersebut.  Di dalam perspektif logoterapi, cinta tidak ditafsirkan sebagai sekedar fenomena tempelan akibat dorongan seksual dan naluri dalam kaitannya dengan sesuatu yang lazim dikenal sebagai sublimasi. Tetapi cinta didefinisikan sebagai bentuk makna terdalam dari perasaan seseorang.
Cinta berkaitan dengan makna hidup yang akan membuat seseorang bahagia. Sama halnya dengan makna hidup, cinta memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan kebahagiaan seseorang. Namun, untuk bahagia seseorang tidak dituntut untuk merasa bahagia, karena kebahagiaan tidak bisa dikejar, melainkan itu harus terjadi. Orang harus punya alasan untuk “merasa bahagia”. Ketika alasan tersebut ditemukan, secara otomatis akan merasa bahagia. Dengan demikian, manusia bukan berusaha mencari kebahagiaan, melainkan mencari alasan untuk menjadi bahagia. Hal lain yang penting adalah bahwa kebahagiaan bisa diperoleh dengan mewujudkan potensi makna hidup yang merupakan bagian dari dan tersembunyi dalam setiap situasi. Sekarang bagaimana dengan cinta ?. sama halnya dengan kebahagiaan, maka tidak bisa seseorang dituntut untuk mencintai akan tetapi cinta itu harus terjadi. Seseorang perlu memiliki “Alasan” untuk mencintai. Karena melalui alasan mencintai, maka manusia akan senantiasa memiliki semangat untuk memberikan yang terbaik bagaimanapun situasinya. Alasan untuk mencintai membuat seseorang mampu bertahan dalam setiap keadaan walaupun dalam menderita sekalipun sehingga makna baik yang terlihat ataupun tersembunyi menjadi suntikan motivasi bagi dirinya.
Orang-orang yang memiliki alasan untuk mencintai dapat bekerja dengan penuh semangat dan keyakinan. Karena ia memliki sesuatu yang harus dipertaruhkan, sesuatu yang diyakininya sebagai kunci untuk bahagia. Fenomena ini bisa kita lihat, pada orang-orang yang secara materil tidak punya harta, akan tetapi memiliki perasaan bahagia yang besar dalam menjalani hidupnya. Namun, beda ketika seseorang dituntut untuk mencintai tanpa alasan. Hal ini sama saja dengan memaksa seseorang untuk tertawa padahal tidak ada alasan bagianya untuk tertawa. Ketika terus dipaksakan, maka akan terjadi pola perilaku yag dinamakan “Hyper-Intention” yakni suatu keadaan dimana begitu menginginkan sesuatu terjadi akan tetapi malah kegagalan sehingga membuat dia mengalami kehampaan keberadaan diri (frustrasi existential). Dengan kata lain, sikap prinsip meraih kesenangan (Pleasure Principle) adalah sebuah kebohongan dalam diri yang suatu placebo dan membuat diri mengalami kehampaan. Seolah-olah ia merasa bahagia akan tetapi tidak, berada dalam suatu keramaian akan tetapi merasa sendiri. Dalam kondisi seperti ini terdapat dua kemungkinan respon, ada orang yang mengubah kondisinya dengan cara melakukan sublimasi dengan mengalihkannya terhadap suatu aktivitas atau pekerjaan tertentu. Kemungkinan kedua adalah melakukan respon dengan mendramatisir terhadap keadaan dirinya yang penuh kehampaan dan menderita. Orang yang melakukan seperti ini mengalami rasa sakit secara psikologis yang berkepanjangan yang mungkin dapat menyebabkan sakit fisik.
Dengan demikian, sebuah alasan mencintai adalah sebuah makna yang terdalam dari fenomena cinta yang dialami oleh manusia. Seseorang akan berkembang dan mengalami puncak kesuksesan dalam hidupnya ketika menemukan makna cinta. Dengan demikian, rasa cinta adalah salah satu kunci untuk mencapai kebahagiaan seseorang. Kita perlu alasan untuk bahagia dan kita perlu alasan untuk mencintai karena cinta dan bahagia adalah sebuah alasan untuk hidup.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Free Samples By Mail